God's Presence

Hidup ini adalah milik Kristus. 
Kalau hidup ini milik Kristus, serahkanlah kepada Kristus. 
Sebab Dialah yang bertanggung jawab atas hidup kita. 
Serahkan kepada Yesus juga jangan dengan stengah stengah hati.
Percayalah  bahwa Yesus akan bertindak. 
Percayalah bahwa mujizat Yesus nyata. 
Hadirat Tuhan membawah kepastian. Percayalah Tuhan akan Tuntaskan setiap persoalan kita.

Yesus Berkata; Jadilah seperti anak kecil. 
Banyak orang tua tidak mau jadi anak anak, kenapa? 
Kata Nikodemus, "saya ini sudah besar, 
bagaimana mungkin saya masuk kembali ke rahim ibuku dan di lahirkan"? 

Itu karena pola pikir manusia bergantung kepada dunia. 
Padahal Yesus tidak bisa di pikir secara dunia. 
Nikodemus adalah seorang ahli taurat yang luar biasa. 
Dia tau taurat dari A-Z. 
Tetapi Nikodemus bodoh karena tidak ada Roh Kudus di dalam hidupnya. Tidak ada Roh Kudus yang bekerja. Jadi di dalam hidup ini, 
biarkan Roh Kudus yang bekerja. 
Kita hidup biasa biasa saja, 
tapi karena Roh Kudus tinggal didalam kita, 
maka kita penuh dengan hikmat. Orang pintar belum tentu berhikmat. Tapi orang berhikmat tentu adalah orang yang bijaksana. 
Dia bisa tentukan mana yang baik dan mana yang jahat. 
Orang pintar banyak yang tidak bisa menentukan mana yang baik dan mana yang jahat. 
Tapi, orang berhikmat, 
dialah orang pilihan Tuhan. 
Dia bisa membedakan sesuatu yang tidak baik dan sesuatu yang baik.

Saya percaya, saudara dan saya adalah orang yang bijak, dan bisa menentukan mana yang baik dan mana yang tidak baik. 
Bukan seperti Niniwe!
Orang Niniwe, tidak bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri. 
Mereka tidak bisa membedakannya. karena mereka sangat di berkati. Niniwe sangat sangat diberkati. 
Itulah kenapa mereka tidak percaya kepada Tuhan. 
Orang yang banyak berkatnya kebanyakan mereka tidak percaya kepada Tuhan. 
Tetapi sesungguhnya Tuhan berkarya, orang yang banyak berkatnya, melayani Tuhan.
Kalau kita di berkati, 
kita harus melayani Tuhan. 
Siapapun kita! 

Nah, Niniwe ini Tuhan sayang. 
Karena apa? 
Ada 120 ribu lebih orang di Niniwe yang akan di musnakan. 
Dan Yunus ini adalah orang yang di utus oleh Tuhan untuk pergi ke kota Niniwe. 
Tetapi Yunus plin plan. 
Yunus tidak ingin masuk ke Niniwe. Sebab orang Niniwe tidak mau mendengarkan Tuhan. 
Jadi waktu Yunus di utus ke Niniwe, Yunus bertolak belakang. 
Dia menyimpang, 
sebab dia bosan karena orang Niniwe tidak bisa membedakan mana tangan kanan dan mana tangan kiri. 
Artinya sama! Kalau datang orang menyampaikan kebenaran Allah, mereka berkata, sama! 
Mereka tidak mau mendengar. Mereka berkata " sama saja, kami tetap di berkati".
Jadi mereka tidak mengindahkan Tuhan. 

Marilah kita menjadi orang yang benar benar merendahkan diri dihadapan Tuhan.

HADIRATMU TUHAN 

1. SIMEON
    Lukas 2:25-27 berkata ; "²⁵Adalah di 
    Yerusalem seorang benama Simeon.  
    Ia seorang yang benar dan saleh 
    yang menantikan penghiburan bagi 
    israel. Roh Kudus ada di atasnya. 
    ²⁶Dan kepadanya telah di nyatakan 
    oleh Roh Kudus, bahwa Ia tidak 
    akan mati sebelum Ia melihat 
    Mesias, yaitu Dia yang di urapi 
    Tuhan. ²⁷Ia datang ke Bait Allah 
    oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak 
    itu, dibawah masuk oleh orang 
    tuanya untuk melakukan kepadaNya 
    apa yang telah di tentukan hukum 
    taurat ".

Kita sekarang berbicara tentang Simeon yang berumur 90 tahun. Hadirat Tuhan ada pada Simeon. Ingat, pada masa itu Yesus masih berumur 8 hari ketika Dia dibawah ke dalam Bait Allah. 
Kita tahu bahwa dari kitab Maleakhi sampai kepada kitab Matius tidak ada nubuatan. 
Orang orang hidup biasa biasa saja. Tidak ada Nabi.
Tidak ada siapa siapa. 
Orang orang hanya berpegang pada hukum taurat.
Taurat Tuhan!
Tidak ada injil.
Tapi kenapa Simeon boleh di nyatakan Tuhan, padahal tidak ada siapapun. 
Tidak ada Nabi da tidak ada siapapun yang berbicara. 
Kenapa? 
Itu semua karena hadirat Tuhan. Tuhan hadir selalu di dalam hidup Simeon. 
Alkitab mencatat ada 2 orang. 
Setelah Simeon nanti ada Hana.

Simeon ini hidup bergaul dengan Tuhan. 
Dia pun tau masa akhir hidupnya. 
Dia belum akan mati kalau Dia belum berjumpa dengan Mesias. 
Sebab itu Ia di tetapkan oleh Roh Kudus. 
Bagaimana bisa sedangan pada masa itu belum ada nubuatan.
Tidak ada injil yang di wartakan.
Orang orang hidup didalam hukum taurat. 
Kalau orang berbuat dosa, mereka memotong hewan sebagai penebus dosa.
Korban penebus dosa dan korban keselamatan. 
Korban yang menandakan begitu banyak hal. 
Tetapi, lihat Simeon berbeda.
Kenapa? 
Ternyata sebelum Tuhan Yesus ditatang, 
Tuhan  sudah persiapkan Simeon. Sebelum Yesus ada, 
Roh Kudus sudah bekerja kepada Simeon. 
Karena demikianlah seharusnya.

Sebab sebelum Yesus lahir sudah ada Yohanes untuk membuka jalan. Ternyata jalan pertama bukan sesungguhnya berasal dari Yohanes. Tetapi ada Simeon. 
Karena Simeon penuh dengan roh Kudus.
Jadi karena Yesus adalah Roh Kudus, maka harus ditatang oleh yang Roh Kudus. 
Tidak bisa yang kudus itu berhubungan dengan yang tidak kudus. 
Yang kudus harus berhubungan dengan yang kudus. 
Ingat dimanapun kita berada, 
Tuhan punya maksud.
Tuhan punya Tujuan.
Yesus memberi segala galanya.

Dan tiba waktunya bagi Simeon. Kenapa? 
Simeon selalu dalam hadirat Tuhan. Dia sangat perlu hadirat Tuhan. Bagaimana kita ingin diajak oleh Tuhan untuk selalu menghadirkan Tuhan dalam hidup kita. 
Dan ingat kita ini sudah tau tentang injil. 
Kita sudah tau tentang Yesus.
Tapi Simeon tidak tau tentang Yesus. Ketika Roh kudus mengingatkan dia, bahwa dia tidak akan mati sebelum dia berjumpa dengan Mesias. 
Baru dia tau. 
Berarti sebelumnya dia tidak mengerti. 
Kenapa? 
Karena dia hanya selalu menantikan hadirat Tuhan.

Orang yang menantikan hadirat Tuhan adalah orang yang tau berbuat apa di hadapan Tuhan. 
Dia tidak macam macam. 
Tidak ada orang yang menantikan hadirat Tuhan selalu marah marah setiap hari. 
Tidak ada orang yang menantikan hadirat Tuhan pencemburu.
Tidak ada orang yang menantikan hadirat Tuhan suka mabuk-mabukan.
Tidak ada orang yang menantikan hadirat Tuhan menyalagunakan waktu dengan sia sia. 
Malam menjadi siang dan siang menjadi malam. 
Orang yang menantikan hadirat Tuhan, selalu bergumul dengan Tuhan.
Berdoa dan berpuasa.

Itulah kenapa Roh Kudus dekat dengan Simeon. 
Roh Kudus tidak kenal situasi. 
Orang yang mau menerimanya, 
Dia akan hadir. 
Simeon yang sudah berumur 90 tahun, 
orang bilang tidak berguna lagi. 
Tapi Tuhan bilang Simeon orang yang berguna. 
Kenapa Tuhan tidak pilih orang yang lebih muda? 
Karena pada masa itu tidak banyak orang yang bergaul dengan Tuhan. Orang yang ingin bergaul dengan Tuhan adalah orang yang memiliki hadirat Tuhan. 
Dan Simeon membuktikan itu. Bayangkan Simeon, 
Roh Kudus bisa berbicara ketika tidak ada nubuatan. 
Dan Simeon menerima nubuatan Tuhan. 
Siapa yang sampaikan? 
Roh Kudus yang berbicara kepada Simeon. 
Ternyata Roh Kudus bukan hanya di tunggu tunggu nanti di bawah oleh Kristus. 
Roh Kudus sudah ada sejak sebelum Dunia di jadikan. 

Kejadian 1 : 2 "Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air"

Jadi kalau Anda bilang Roh Kudus nanti di bawah oleh Yesus.
Anda keliru! 
Roh Kudus ada sebelum dunia jadi. Roh Allah melayang layang diatas permukaan air. 
Jadi kalau kita hidup di zaman ini, dan tidak perna mengenal Roh Kudus, kita sudah salah hidup.
Kita harus hidup mengenal Roh Kudus. 
Kita harus hidup bergaul dengan Roh Kudus. 
Jikalau tidak, kita akan salah hidup. Karena kita tidak akan dapat membawah hidup kita dengan benar. Hanya Roh Kudus yang mampu menuntun. 
Kalau kau hidup itu bukan karena kau kuat. 
Tapi karena Roh Kudus yang mengasihimu. 
Roh Kudus yang membawah engkau. Hadirat Allah itu yang menuntunmu.

2. HANA
     Mari kita lihat Hana;
     Lukas 2:36-37 "³⁶Lagipula di situ 
     ada Hana, seorang nabi 
     perempuan, anak Fanuel dari suku 
     Asyer. Ia sudah sangat lanjut 
     umurnya. Sesudah kawin ia hidup 
     tujuh tahun lamanya bersama 
     suaminya, ³⁷dan sekarang ia 
     janda dan berumur delapan puluh 
    empat tahun. Ia tidak pernah 
    meninggalkan Bait Allah dan siang 
    malam beribadah dengan berpuasa 
    dan berdoa".

Tadi sudah ada Simeon.
Sekarang Hana. 
Tuhan hadir bukan? 
Tuhan tidak hanya selamatkan laki laki.
Tuhan tidak hanya selamatkan perempuan. 
Tuhan selamatkan laki laki dan perempuan. 
Jadi, kalau ada orang yang bukan laki dan juga bukan perempuan, 
cepat cepat harus memilih. 
Jadi laki laki atau jadi perempuan. Kalau hidupnya bukan laki laki, bukan perempuan, 
harus cepat tentukan! 
Alkitab mencatat. 
Sebab di Sorga tidak ada yang namanya setengah setengah.

Hana ini adalah orang yang baik. Perempuan yang luar biasa. 
Di sebutlah Ia Nabiah. 
Lihat, tidak ada di catat tentang Hana sebagai Nabi. 
Tidak ada catatan. 
Tidak ada catatan tentang Firman Tuhan yang bekerja kepada Nabiah ini. 
Tetapi kenapa? 
Karena gaya hidup Hana benar benar menyenangkan Tuhan. 
Dia hidup kudus.
Dia hidup berkenan. 
Hidupnya sangat sengsara.
Dia tidak bisa hidup senang senang di dunia. 
Baru 7 tahun menikah, suaminya meninggal. 

Kalau orang baru masih muda, baru meninggal 7 tahun.
Sebulan kemudian ada yang baru.
Kadang kadang juga, masih ada istrinya, dia punya cewek banyak. Atau suaminya banyak. 
Tapi Hana tidak demikian. 

Kenapa Hana boleh menerima Hadirat Tuhan? 
Kenapa Tuhan selalu hadir bagi dia? Karena Tuhan bilang, 
Engkau Hana sempurna di mataku.
Jangan melihat sempurna karena orang lain yang berbicara. 
Tapi karena Tuhan yang berbicara bahwa kita sempurna. 
Hadirat Tuhan yang dimiliki oleh Hana,
Tidak bisa di pertahankan oleh wanita wanita lain. 
Setiap hari, siang dan malam, 
Ia datang ke bait Allah untuk beribadah, berdoa, dan berpuasa. Itulah kenapa kita di didik sebelum Yesus ada di muka bumi. 
Roh Allah, Roh Kudus sudah ada. Itulah Roh Kudus yang menuntun Henokh, yang menuntun Nuh, yang menuntun Abraham, Musa, Daniel, Sadrak, meshak, abednego, Daud, salomo, dan juga yang menuntun kita.

Kenapa kita mencatat demikian? Supaya kita memahami,
Yesus selalu hadir di dalam hidup kita. 
Bahkan sampai kita mati, 
Ia selalu hadir, kenapa? 
Karena setelah kita mati, fisik kita binasa. 
Masuk dalam lobang kubur tapi Roh Jiwa kita pergi ditemani oleh Tuhan. Jadi selama lamanya kita ada dengan Tuhan Yesus. 
Jadi kita sangat perlu Hadirat Tuhan.

Bagaimana kita bisa menjaga hadirat Tuhan? 

1 Samuel 121-22 " ²¹Elkana, laki-laki itu, pergi dengan seisi rumahnya mempersembahkan korban sembelihan tahunan dan korban nazarnya kepada TUHAN.
²²Tetapi Hana tidak ikut pergi, sebab katanya kepada suaminya: "Nanti apabila anak itu cerai susu, aku akan mengantarkan dia, maka ia akan menghadap ke hadirat TUHAN dan tinggal di sana seumur hidupnya".

Samuel akan di hadapkan dengan hadirat Tuhan dan akan tinggal seumur hidup. 
Kalau Samuel demikian, 
bagaimana dengan kita? 
Kita sudah kenal Yesus dari kita lahir. Mungkin juga ada yang berpindah mengenal Kristus. 
Tapi itu bukan terlambat. 
Dan semua yang baik itu sudah di persiapkan. 
Lihat penderitaan yang di hadapi oleh Hana. 
Tetapi yang namanya Nazar,
dia harus tepati. 
Karena itu berhubungan dengan Allah sendiri. 
Dan Hana tidak main main. 
Di usianya yang sudah tua, 
yang sudah mandul dan dia boleh di berkati dengan Samuel. 
Elkana suaminya tidak bisa berbuat apa apa. 
Kalau anak ini begitu lama di nanti nanti dan kemudian hanya diserahkan begitu saja ke bait Allah. Tidak semua orang rela. 
Apa ada orang yang rela anaknya diserahkan begitu saja? 
Saya pikir, pasti orang akan berkata, bodoh sekali kau ini. 
Kau punya anak begitu ganteng, 
kau punya anak begitu cantik, 
kenapa kau bawah kebait Allah? Kenapa kau serahkan kepada Tuhan? Kenapa kau suruh jadi pendeta. Padahal kalau dia ganteng, dia cantik, dia bisa jadi bintang film. 
Paling tidak dia bisa jadi anggota dewan, dan lain sebagainya.
Tetapi, Hana itu tidak bodoh.
Hana ini begitu pandai karena Roh Kudus. 
Hadirat Tuhan ada pada Dia. 
Apa yang dia kerjakan bukan untuk membahagiakan dagingnya. 
Tapi untuk membahagiakan Tuhan. 

Kalau hidupmu selalu ingin membahagiakan Tuhan, 
maka Tuhan selalu akan membahagiakanmu. 
Tapi kalau kau terbalik berbuat, 
maka kau akan selalu merasa sedih dan susah. 

Ingat, sepeninggalnya Samuel di bait Allah. 
Yang di percayakan kepada Imam Eli. Maka pastilah Hana sebagai seorang ibu merasa kehilangan. 
Tuhan itu baik. 
Tuhan itu sedang menguji. Sebenarnya Hana tidak pantas lagi untuk hamil sebab ia sudah tua. 
Dan Tuhan memberkati kandungan daripada Hana. 
Dan ia melahirkan anak yang lain. Sehingga Samuel yang ada di Bait Allah bukan dia lupakan. 
Tetapi ada penghiburan yang lain yang Tuhan beri. 
Dalam hidup kita jika kita sudah menyerahkan sesuatu bagi Tuhan, maka jangan di ingat ingat. 
Kita tidak akan sanggup menahan hadirat Tuhan.
Kalau apa yang sudah kita beri untuk Tuhan dan untuk siapa saja kita tidak ingat ingat. 
Kadang kadang banyak persoalan di situ. 
Kita datang ke dunia dengan telanjang. 
Bisakah kita klaim di dunia ini apa yang kita miliki? 
Tidak ada! 

Hidup bergaul dengan Tuhan. 
Begitu banyak orang pelit dengan Tuhan. 
Banyak sekali! 
Hana ini tidak pelit dengan Tuhan. Karena dia tau waktu Tuhan memberkati dia dengan Samuel, 
Dia tidak pelit.
Ingat kalau kita mau kasih uang mungkin biasa. 
Tapi kalau kita kasih Anak tidak biasa. 
Betul tidak? 
Bapak Ibu akan sangat kehilangan. Tapi Hana tidak. 
Karena dia tau, 
Samuel itu milik Tuhan. 

Dan samuel menjadi seorang Nabi besar. 
Alkitab mencatat dia mengurapi Raja raja yang besar. 
Bahkan Samuel di pakai sebagai seorang hakim yang baik. 
Kenapa? 
Karena ada Roh Allah pada dia. 
Ada hadirat Tuhan. 

Hadirat Allah adalah Roh Allah. 
Jika engkau hidup demikian, 
maka Allah akan menuntunmu. Engkau tidak akan salah arah. 
Orang lain bilang, 
kau salah buat begitu. 
Tapi Tuhan bilang, 
kau tidak salah buat begitu. 
Yang salah bagi dunia itu benar bagi Allah. 
Di mata Allah semuanya baik. 
Tuhan selalu ingin kita hidup di dalam kebaikan. 
Dan hadirat Tuhan menuntun orang beriman . 
Hadirat Tuhan menjadikan orang bijak. 

Orang yang serakah tidak memiliki hadirat Tuhan. 
Orang yang beriman, orang yang tabah, orang yang bermurah hati, orang yang memiliki hadirat Tuhan.

Amen..

By : Ningsi Srin Sunarti.K


Komentar